Media Coverage

VisualTV Hendak Jadi Layanan Televisi Online yang Hadirkan Beragam Konten Viral

id.techinasia.com / 2017-04-25 16:04:47


Informasi serta hiburan berupa gambar dan video kini tak hanya bisa dinikmati melalui perangkat televisi. Saat ini, beragam konten tersebut juga bisa dinikmati lewat komputer, laptop, hingga di smartphone melalui sambungan internet. Perubahan cara menikmati sajian visual ini yang kemudian mendorong lahirnya VisualTV, layanan televisi berbasis online.

Menurut Editor in Chief VisualTV, Gatot Widakdo, hal lain yang mendorong diluncurkannya VisualTV yakni tren penggunaan internet yang makin meluas, serta anak muda yang selalu terhubung online melalui perangkat masing-masing.

“Kita melihat untuk mendapatkan informasi atau berita enggak melulu memakai televisi analog atau digital. Kenapa kita tidak membuat suatu media berbasis online sehingga bisa menawarkan tayangan televisi lewat smartphone? Itulah ide-ide awal kita melihat peluang sehingga membuat VisualTV,” ujar Gatot saat ditemui belum lama ini.

Sasar konten viral

Analisa Media Sosial | Ilustrasi

Konten di VisualTV memang tak seperti stasiun televisi pada umumnya yang memiliki program ataupun pembawa acara. Mereka hanya menyediakan konten video pendek dalam kanal-kanal beritanya.

Video-video ini tak hanya bisa diakses melalui situs mereka, namun juga bisa dilihat melalui aplikasi pihak ketiga seperti Youtube. “Konten-konten yang kita bikin, kita share juga di beberapa media sosial seperti Twitter, Facebook, dan Instagram,” tuturnya.

Sebagai media yang menyajikan tayangan visual, kata Gatot, VisualTV akan membuat konten unik dan menarik sehingga menjadi viral di media sosial. Ia menargetkan VisualTV mampu memproduksi konten yang bakal menjadi viral setidaknya dalam sepekan atau paling cepat tiga hari.

“Jadi, begitu sebuah konten jadi viral, ini akan dilirik juga oleh pengiklan, dan kita dapat (penghasilan dari) Adsense yang lumayan untuk konten viral. Target kita minimal dalam satu minggu, atau dalam tiga hari paling cepat bisa menghadirkan konten-konten yang viral,” paparnya.

Ilustrasi tayangan VisualTV

Kualitas gambar bukan utama

VisualTV tak menutup kemungkinan akan membuka citizen journalism demi mendapatkan video-video eksklusif. Dalam tayangan video eksklusif, Mereka tak terlalu mementingkan kualitas gambar yang mereka dapatkan.

“Sebenarnya kualitas gambar untuk berita eksklusif bukan nomor pertama. Tapi bagaimana gambar bisa kelihatan dan peristiwa itu sendiri,” kata Gatot.

Selain citizen journalim, VisualTV juga membuka peluang menerima sumber gambar dari instansi resmi pemerintahan. “Enggak menutup kemungkinan terima source dari lembaga-lembaga lain yang mau jalin kerja sama. Seperti dari Kepolisian, Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, kita coba lakukan pendekatan,” ucapnya.

Belum ada regulasi khusus untuk VisualTV

Sebelum meluncurkan layanan televisi online, VisualTV menyatakan telah berkomunikasi dengan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara. Menurut Gatot, saat ini pemerintah belum mengeluarkan regulasi yang mengatur khusus mengenai televisi online.

“Kita komunikasi sama Pak Rudiantara. Apakah ada regulasi yang harus kita penuhi untuk mendirikan televisi online. Katakanlah (misalnya) harus ada SIUP dulu. Silakan saja. Ke depan mungkin ada regulasi untuk melakukan monitoring,” kata Gatot.

Modal awal tak sebesar mendirikan stasiun televisi

Rupiah 50000 bills | Photo

Alasan Gatot bermain di ranah online karena modal untuk mendirikan televisi online jauh lebih murah ketimbang meluncurkan stasiun televisi. Gatot mengungkapkan investor sempat ingin meluncurkan stasiun televisi yang bisa tayang secara nasional. Namun melihat perkembangan dunia televisi saat ini, mereka akhirnya memilih fokus pada tayangan secara online.

“Kurang lebih Rp10 miliar (modal membangun VisualTV),” kata Gatot. Sedangkan modal untuk membangun sebuah stasiun televisi, Gatot enggan menyebutkan angka pastinya.