Media Coverage

VisualTV.Live Situs TV Online Pertama di Indonesia

Warta Ekonomi.co.id / 2017-04-25 09:30:15


Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Sebuah survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet (APJII) mengungkapkan lebih dari separuh penduduk Indonesia, atau sekitar 132,7 juta jiwa terhubung ke internet. Dari jumlah tersebut, sebanyak 47,6% atau mencapai 63,1 juta orang mengakses intenet dari smartphone. 

Tidak heran jika dimana-mana terutama di kota-kota sangat jarang ditemui orang yang tanpa smartphone di tangannya. Kondisi tersebut dari tahun ke tahun seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi, pengguna smartphone akan semakin banyak. Itu artinya dalam peluang bisnis saat ini dan yang akan datang arahnya sudah ke smartphone sebagai media yang tepat untuk berinvestasi. 

Adanya peluang tersebut tidak disia-siakan oleh para kalangan muda kreatif di Ibu Kota. Ini seperti dilakukan oleh Gatot Widakdo bersama beberapa orang rekan kreatifnya yang menciptakan sebuah protal yang khusus menyediakan konten video dengan nama VisualTV.Live. Peluncuran produk ini dilakukan di D.Lab Kafe di Jakarta, Selasa (25 April 2017). 

Gatot Widakdo selaku Editor in Chief VisualTV.Live menjelaskan, VisualTV.Live merupakan sebuah televisi online berita dan gaya hidup dengan platform website dan applikasi. Belum adanya tv serupa di Indonesia, visualtv.live diklaim sebagai pionir konten visualtl live yang menayangkan berita, current affair, serta lifestyle yang dikemas dari sudut pandang yang berbeda.

Website tersebut juga mengkombinasikan antara video, suara, musik dan tulisan, sehingga dapat dikonsumsi oleh masyarakat sebagai informasi yang baik dan dapat dipercaya. Konten yang disajikan juga akan lebih para tontonan yang menginspirasi, mengedukasi, menghibur, memaparkan masalah dengan fakta. Melalui konten tersebut juga berusaha untuk membetulkan berita hoax, sehingga membawa perubahan positif serta menggerakkan masyarakat ke arah yang lebih baik. 

“Layanan TV kami saat ini bida dinikmati melalui website, nanti kita akan membuat aplikasi. Dan ke depan arah kami ke IPTV yang memang sudah menjadi tren di dunia modern,” ujar Gatot. 

Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif, Hari Sungkari menyabut baik ide anak-anak muda tersebut. Menurutnya, perkembangan TV online dan IP TV merupakan dampak dari perkembangan teknologi yang sudah semakin maju. Selain itu juga diikuti oleh permintaan dari perilaku masyarakat yang sudah sangat mobile yang tidak bisa mengikuti tv sesuai jadwal atau stay di suatu tempat. 

Hari sangat mengharapkan, kehadiran situs yang khusus menghadirkan TV Online itu dapat membawa perubahan ke informasi benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Konten seharusnya menyajikan informasi yang inspiratif dan jauh dari berita bohong. Suatu konten akan menarin bukan dengan membuat sensasi, tapi dengan membuat sudut pandang yang berbeda dan menarik.