fb

Media Coverage

VisualTV Klaim Jadi Televisi Online Pertama

VIVA.co.id / 2017-04-25 15:30:00


VIVA.co.id – Informasi dan hiburan berupa gambar video tidak hanya bisa dinikmati melalui perangkat TV analog tetapi sudah dapat dinikmati melalui komputer atau laptop yang terhubung dengan internet. Bahkan melalui aplikasi, video-video itu dapat dinikmati melalui telepon pintar sehingga dapat ditonton kapan pun dan di mana pun.

Inilah yang mendorong lahirnya VisualTV.live, sebuah televisi online berisi seputar berita dan gaya hidup dengan beragam platform dan aplikasi. Pemimpin Redaksi VisualTV.live, Gatot Widakdo, menuturkan pihaknya ingin mencoba mengubah paradigma masyarakat Indonesia yang kebanyakan dari mereka masih menggunakan TV digital atau TV analog.

"Kita coba manfaatkan adanya smartphone karena smartphone sudah hadir di kehidupan orang-orang, apalagi mereka yang tinggal di kota-kota besar. Hampir semua sudah memakai gadget. Jadi bisa diakses lewat website, YouTube. Ada aplikasinya juga. Semua platform kita masuk," ujarnya seusai membuka acara peluncuran VisualTV.live di D.Lab by SMDV, Jalan Riau nomor 1, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa 25 April 2017.

Gatot yang pernah bekerja di sebuah media cetak selama 16 tahun ini mengklaim bahwa VisualTV.live merupakan pioneer di Indonesia. "Sebenarnya sudah banyak media-media yang membagikan info news digital seperti ini, tapi yang berplatform media dengan website, apps dan online video, kita yang pertama," ucapnya.

Konten yang tersedia di TV online tersebut, kata Gatot, sudah banyak yang diproduksi, seperti politik, olahraga, ekonomi, sosial dan gaya hidup.

"Sebenarnya kita start dari bulan Januari dan kita simpan beberapa konten itu. Ada politik, olahraga, ekonomi, sosial dan lifestyle. Jadi sudah kita tabung lah konten-konten ini," paparnya.

Sementara itu, Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Hari Sungkari, menyebut VisualTV.live termasuk di dalam infrastruktur pengembangan ekonomi kreatif. Untuk itu, ia menghimbau agar pihak pelaku dapat memetakan audiens secara tepat.

"VisualTV.live ini kan termasuk infrastruktur. Kita harus lihat audiensnya siapa. Sekarang, kebanyakan tipikal penduduk Indonesia adalah mereka yang tidak menonton tayangan-tayangan televisi di rumah, tapi di mana saja dan kapan saja. Kita harus bisa adjust dengan mereka," tuturnya.

Saat disinggung mengenai infrastruktur TV digital di Indonesia, yang membutuhkan koneksi dan jaringan memadai, ia mengatakan Bekraf telah menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika RI untuk sama-sama mengisi kekurangan tersebut.

"Memang di beberapa daerah di Indonesia belum bisa terjamah 4G, terutama daerah-daerah 3T, tertinggal, terdepan dan terluar. Untuk itu Bekraf bekerja sama dengan Kominfo, kita bagi-bagi tugas. Kalau kita fokus pada konten dan para pelaku ekonomi kreatifnya," jelasnya.

Sayang, tidak seperti URL yang diusungnya, yang menyematkan kata ‘live’, VisualTV hanya berisi kumpulan video yang disunting sedemikian rupa kemudian disimpan menggunakan platform YouTube.